Kapolda Bengkulu Turunkan Kendaraan Penjernih Atasi Krisis Air Bersih Pasca Banjir di Kabupaten Lebong

Kapolda Bengkulu Turunkan Kendaraan Penjernih Atasi Krisis Air Bersih Pasca Banjir di Kabupaten Lebong

BENGKULU - Kapolda Bengkulu, Irjen. Pol. Mardiyono, menerjunkan satu unit kendaraan penjernih (water treatmen) untuk mengatasi krisis air bersih di Kabupaten Lebong, pasca banjir melanda daerah itu.

Banjir melanda Kabupaten Lebong, sebabkan 6.395 jiwa warga terdampak. Di Desa Desa Nangai Amen, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, instalasi PDAM rusak total akibatnya ratusan warga mengalami krisis air bersih.

"Kami meninjau masyarakat terdampak banjir ekstrim yang biasanya daerah ini langganan banjir hanya setinggi lutut pada Senin (6/4/2026), ketinggian air menjadi setinggi dada informasi dari Kapolres sehingga kami mengajak anggota melayani masyarakat terdampak banjir," kata Kapolda Bengkulu, Irjen. Pol. Mardiyono, di lokasi banjir, Rabu (8/4/2026).

Pasca banjir, anggota telah melakukan pembersihan jalan, rumah penduduk, dan fasilitas umun lainnya.

Ia kemudian, menambahkan, terjadi krisis air karena mungkin terdapat instalasi PDAM yang patah, dan tertimbun lumpur banjir. 

"Krisis air terjadi akibat PDAM terdampak banjir sehingga air tidak bisa dialirkan ke permukiman warga dan sekolah. Kami perintahkan Dansat Brimob mengirimkan water treatmen saat ini sudah dinikmati masyarakat," jelasnya.

Kendaraan water treatmen ini jelas Kapolda mampu mengolah air kotor menjadi air bersih yang layak dimanfaatkan masyarakat.

"Satu jam water treatmen beroperasi mampu hasilkan banyak air bersih yang diperlukan warga," tegasnya.

Selain mengirimkan peralatan penjernih air, Kapolda juga memberikan bantuan Sembako, seperti beras, juga menyiapkan dapur umum. 

Di bidang penanganan penyakit Polda Bengkulu mengirimkan obat-obatan beserta dokter.

"Kami siapkan obat-obatan termasuk dokter kami siagakan," sampai Kapolda.

Ditengah tengah kegiatan saat peninjauan, Kapolda Bengkulu yang dikenal humanis ini juga memberikan pemberian mainan kepada anak-anak terdampak banjir yang merupakan bagian dari intervensi psikososial melalui pendekatan terapi bermain (play therapy).

"Langkah ini merupakan bagian dari Program Trauma Healing yg bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak, mengurangi stres dan kecemasan akibat bencana, serta menciptakan rasa aman agar anak-anak tetap ceria dan terhindar dari trauma berkepanjangan," tutup Kapolda Bengkulu.

Selain menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat, Kapolda menyempatkan diri membagi-bagikan mainan kepada anak-anak terdampak banjir. Selain meninjau warga krisis air Kapolda juga menyempatkan diri mengunjungi posko induk di Kantor Camat Amen.

Darmi, ibu rumah tangga korban banjir mengatakan sangat terbantu dengan peralatan penjernih air dari Polda Bengkulu. Selama tiga hari warga menggunakan air tak layak untuk kebutuhan rumah tangga.

"Kami sangat terbantu dengan bantuan alat penjernih air. Sudah tiga hari kaki gunakan air kotor. Kalau mau ambil air bersih jauh harus menempuh jarak 10 kilometer di Sungai Air Lemeu," demikian Darmi.

Category
We build our Drupal themes using best practices in choosing right modules, configuration and providing sample content so you can have your Drupal website faster, more stable and easy to maintain.